Etika liburan di Jepang konon katanya lebih formal dan spesifik daripada etika liburan di
negara lainnya. Karena itu, Anda tidak boleh sembarangan dan wajib mematuhi setiap
detail aturannya. Namun, sebelum pergi, Anda juga harus untuk mempersiapkan
syarat membuat visa Jepang yang juga tak kalah rumit.
Beberapa dokumen yang diperlukan adalah paspor, formulir permohonan, pasfoto,
fotokopi KTP, hingga itinerary. Selain itu, jika perlu, Anda sebaiknya memiliki asuransi
perjalanan dari MSIG Indonesia untuk perlindungan diri. Apalagi, biaya pengobatan di
Jepang termasuk tinggi. Anda pun tidak akan terbebani jika terjadi situasi tak terduga.
6 Etika Liburan di Jepang untuk Wisatawan
Apa saja etika wisata yang tak boleh dilanggar? Berikut di antaranya.
1. Usahakan untuk Datang Tepat Waktu
Masyarakat Jepang sangat memperhatikan ketepatan waktu. Melansir laman
Mangaloka, keterlambatan dianggap meiwaku atau gangguan yang merugikan orang
lain. Apabila ada orang yang terlambat meski sebentar saja, hal ini akan dianggap
sebagai sikap tidak sopan karena tidak menghargai orang lain.
Hal tersebut juga berlaku bagi kalangan turis mancanegara. Karena itu, berusahalah
sebisa mungkin untuk menerapkan sikap tepat waktu selama berwisata di Negeri
Sakura.
2. Hindari Memberi Tip di Restoran
Restoran-restoran di negara-negara Barat umumnya mewajibkan Anda untuk
membayar tip setelah makan sebagai rasa terima kasih. Namun, hal ini ternyata
dilarang di Jepang, sebab uang tip sudah termasuk ke dalam tagihan hidangan. Mereka
menganggap bahwa pemberian uang tip dapat menyinggung perasaan orang lain.
3. Jangan Berisik saat Menaiki Kereta
Dalam transportasi umum, seperti shinkansen, etika liburan di Jepang yang wajib Anda
patuhi adalah mengurangi volume suara. Jika Anda mengobrol di dalam kereta dengan
suara keras, hal ini dapat mengganggu penumpang lain dan berisiko menimbulkan
kesalahpahaman.
4. Wajib Memakai Kaus Kaki di Dalam Ruangan
Melepas sepatu ketika memasuki ruangan bukan hanya kebiasaan orang Indonesia,
tetapi juga adab bertamu bagi warga Jepang. Hanya saja, bertelanjang kaki tergolong
tidak sopan untuk mereka. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tetap memakai kaus kaki
sebelum memasuki area indoor.
5. Jaga Sikap di Tempat-Tempat Keagamaan
Negeri Sakura terkenal akan kuil-kuil Shinto yang dianggap sakral, sehingga Anda perlu
menghormati komunitas religi setempat. Mengapa? Karena jika Anda melanggar etika
liburan di Jepang ini, misalnya dengan mencoret-coret tembok kuil atau membuat
sampah seenaknya, Anda bisa didenda atau bahkan ditangkap polisi.
6. Jangan Menyisakan Makanan
Masyarakat Jepang tidak menyukai turis yang menyisakan makanan di piring mereka,
sebab hal ini adalah bentuk sikap tidak sopan terhadap para koki. Karena itu, habiskan
makanan Anda sebelum meninggalkan restoran. Selain itu, jangan makan terlalu lama,
karena Anda bisa ketinggalan kereta sehingga makanan tidak habis.
Sudah Memahami Beragam Etika Liburan di Jepang?
Jepang merupakan negara yang sangat menjunjung tinggi kebersihan, sikap disiplin,
dan sopan santun. Jadi, bagi Anda yang berniat berlibur ke Negeri Sakura, sebisa
mungkin patuhi semua aturan yang warga negaranya terapkan. Sekedar pengingat,
jangan lupa pula untuk menyiapkan syarat membuat visa Jepang dari jauh hari.
Tujuannya agar prosesnya lebih lancar dan tidak ada hambatan selama liburan. Jika
perlu, Anda bisa menggunakan produk asuransi perjalanan MSIG untuk memberikan
perlindungan. Sehingga, jika terjadi kecelakaan hingga ketidaknyamanan perjalanan,
Anda tidak akan terbebani. Ayo, daftarkan diri dan nikmati liburan tanpa khawatir!
Sumber referensi:
https://www.msigonline.co.id/etika-turisme-di-jepang-catat-sebelum-terlambat
https://kerjawoow.com/15-etika-di-jepang-yang-harus-diketahui-wisatawan-saat-
berkunjung-ke-negeri-sakura-nomor-7-bikin-kaget/
https://travel.kompas.com/read/2024/12/03/180600427/8-etika-saat-liburan-di-jepang-
yang-harus-diikuti?page=all
https://www.tempo.co/hiburan/6-etiket-yang-harus-diikuti-wisatawan-saat-liburan-ke-











Leave a Reply